A likeable character in a book is absolute for me. Banyak buku yang aku benci cuma gara-gara main karakternya menyebalkan. Terlalu banyak maunya, terlalu egois, terlalu dan terlalu lainnya. Mungkin beberapa orang bilang seperti apapun karakternya kalau ceritanya bagus maka ngga akan masalah kan? Tapi buatku, karakter menyebalkan itu masalah terbesar yang harus dihadapi dalam suatu buku, lebih besar dari cinta segitiga yang ngga penting, lebih besar dari alurnya yang ngebingungin.
Like, buat apa tetep dibaca kalau kita bahkan ngga suka sama orangnya. I don't like you, so I don't care if anything happens to you (aku kejam, memang). Ada beberapa buku yang meskipun karakternya menyebalkan tapi tetap ku baca (edisi nyiksa diri), yang pada akhirnya malah bikin stress sendiri. Dari situ aku belajar, kalau emang ngga suka karakternya, STOP! Masih banyak diluar sana buku bagus yang karakternya bagus yang bisa dikenang-kenang dan dibaca terus berulang-ulang. SO STOP! Life is short enough already without you make it any shorter by reading useless things.

.png)
