Pages

Monday, February 23, 2015

[Book Tag] Coffee... hmm, I Just Love Their Smell



Siapa yang ngga suka kopi hayoo? Negara kita mungkin bukan coffee addict banget semacam Amerika, tapi saya yakin mayoritas penduduk Indonesia pasti minum kopi. Apalagi di daerah yang merupakan penghasil kopi, Bengkulu misalnya, kayak di rumah pakde ku. Anyway, Tag ini aku dapet dari sini tapi originalnya di sini.  Hayolah langsung dimulai aja.

1. Black: Name a series that's tough to get into but has hardcore fans.
Jujur? The Lord of The Rings dan Harry Potter. Aku sempet pengen baca The Lord of The Rings, udah sampe chapter berapa ya waktu itu, pokoknya belum terlalu jauh lah tapi nyerah. Aku ngga bisa ngebayangin duniannya Tolkien, imajinasiku ngga nyampe. Terus aku juga belum selesai baca Harry Potter, udah sampe buku tiga, tapi belum diterusin, agak-agak males, soalnya udah tahu ceritanya kayak apa, jadi ngga surprise lagi, akhirnya keinginanku buat baca juga cuma ala kadarnya. Terus ada satu lagi buku yang punya banyak fans tapi aku belum baca, Pride and Prejudice by Jane Austen. Berrrkali kali nyoba baca dan gagal. Selalu ngantuk, kayaknya aku kastanya beda sama Austen :p

2. Peppermint mocha: Name a book that gets more popular during the winter or a festive time of year.
Apa ya, mungkin kumcer ini kali, My True Love Gave To Me. Terbitnya bulan Desember kemarin dan sempet booming banget buat jadi bacaan wajib selama libur natal dan tahun baru. Setting di kumcer ini juga semuanya bertema liburan. Aku belum baca sampe habis sih, lose interest di cerpen ke dua belas.

3. Hot Chocolate: What is your favorite children's book?
Aku bener-bener ngga tahu judul bukunya apa dan yang nulisnya siapa, tapi buku ini aku baca waktu SMP dan isinya itu kumpulan dongeng yang ada di Indonesia. Bukan cuma satu buku, ada beberapa buku dari penulis-penulis yang berbeda, ngga tahu sama sekali detail bukunya, karena dulu aku ngga pernah merhatiin nama penulis atau bahkan penerbitnya sih. Hehe.

4. Double shot of espresso: Name a book that kept you on edge of your seat from the start to finish.
Apa ya, mungkin Scarlet by Marissa Meyer. Sequel Cinder yang satu ini yang paling berasa pra perangnya, soalnya terjun langsung ke medan perang. Bukan perang sih, lebih ke penyerangan. Adegan dibolak balik dari Cinder ke Scarlet ke Cinder dan cuma sedikit adegan yang bisa bikin pembaca ngambil nafas. Fiuh, That was intense.

5. Starbucks: Name a book you see everywhere
Apa ya, udah jarang ke tobuk akhir-akhir ini, hmmm... yang ada di internet aja ya, Red Queen by Victoria Aveyard. Dari tahun lalu udah banyak orang yang ngomongin, jadi release 2015 yang paling ditunggu-tunggu saat ini, terus tiap mampir ke epic reads juga ada banyak video tentang Aveyard dan bukunya. Intinya, ekspektasinya udah banyak. Atau ini karena aku yang terlalu merhatiin Red Queen ya? Soalnya jujur aku juga tertarik. I mean, covernya man!


6. That hipster coffee shop: Give a book by an indie author a shouout
This is going to be hard. Aku hampir selalu baca karena banyak orang yg ngomongin. Apa yaa... mungkin kumcer ini kali :
Cerita Horor Kota by penulis pemenang kompetisi PlotPoint.

7. Ooops! I accidentally got decaf: Name a book you were expecting more from
More as in I had high expectation but was disapointed? or more as in I wish it will be more than my expectation? Err.. Kalau untuk yang pertama mungkin The Murder Complex by Lindsay Cummings, aku terlalu mengandalkan rekomendasi dari Shasha @abookutopia, jadinya bener-bener kecewa, sekarang baru sadar dia selalu bilang kalau semua bukunya bagus "It's soooo good" she always says whilst singing. Terus kalau yang kedua mungkin Invaded by Melissa Landers. Aku pengen banget sequel Alienated ini sesuai atau lebih dari harapanku, pasalnya aku suka banget sama Alienated, dan agak-agak trauma sama sequel (The Scorch Trials misalnya)

8. The Perfect Blend: Name a book or a series that was both bitter and sweet but ultimately satisfying
Most people would probably said The Hunger Games. Tapi aku galau antara The Darkest Minds sama The Lunar Chronicles. Keduanya punya perpaduan antara pelarian, kengerian, ketidakberperikemanusiaan, dan sedikit kisah cinta. Jangan salah loh ya, kedua series ini meskipun punya kisah cinta -apalagi The Lunar Chron yang tiap buku beda pasangan- tapi romantisme yang ditunjukin di keduanya ngga berlebihan, sedikit gula tapi rasanya tetap manis. Konflik keduanya juga dapet, kita ngga dikasih plot yang diputer-puter kayak mesin blender yang akhirnya malah menghancurkan isi buku itu sendiri dan keinginan membaca seperti The Maze Runner, tapi langsung to the point, meskipun tentu saja dikasihnya ngga sekaligus brek kayak The Sweet Trilogy. Intinya aku ngga bisa milih antara kedua seri ini, I just cannot. They're both great.

I tag!

All of you people! So why don't you grab your laptop and join me?

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...