Pages

Friday, August 15, 2014

[Review] Anna And The French Kiss by Stephanie Perkins


Judul : Anna & The French Kiss
Penulis : Stephanie Perkins
Penerbit : Penguin USA
Tanggal Terbit : January 2014
Jumlah Halaman : 400 hal
No. ISBN : 9780142419403
Harga : $12.56 (The Book Depository)

Anna is looking forward to her senior year in Atlanta, where she has a great job, a loyal best friend, and a crush on the verge of becoming more.

Which is why she is less than thrilled about being shipped off to boarding school in Paris--until she meets √Čtienne St. Clair. Smart, charming, beautiful , √Čtienne has it all...including a serious girlfriend.

But in the City of Light, wishes have a way of coming true. Will a year of romantic near-misses end with their long-awaited French kiss?

---

Anna tidak pernah meminta untuk disekolahkan di Paris. Dia bahkan tidak pernah belajar bahasa Prancis. Tapi ayahnya tiba-tiba bilang Anna akan meneruskan tahun terakhir SMAnya di Paris. Because you'll like it there, he said.

Meninggalkan sahabatnya Briggetta dan gebetan barunya Toph, Anna terbang ke Paris. Ke SMA bernama School of Amerika in Paris yang biasa disingkat SOAP.

Nice. My father sent me here to be cleansed.

Anna menangis di malam pertamanya di Paris, belum apa apa dia sudah homesick. Berpisah dari Brigetta itu sulit, tapi berpisah dari Ibu dan adiknya jauh lebih sulit lagi. Benar-benar sendirian di kota yang katanya amat membenci orang Amerika tanpa mengenal satu orang pun.

Namun untungnya pemilik kamar di sebelahnya, Meredith, berbaik hati membantu. Meredith mengajak Anna masuk ke grupnya agar Anna tidak merasa sendirian. Menyebabkan Anna terus menerus bertemu dengan Etiene St. Clair. Cowok beraksen British, bernama ke Paris-parisan, dan bersekolah di SOAP. Huh?
Ketertarikan Anna pada St. Clair tidak bisa dihindari lagi. Meskipun dia terus-terus menyangkal kalau dia menyukai St. Clair. Bagaimanapun, St. Clair sudah memiliki pacar, dan Meredith juga jelas-jelas menyukai St. Clair. Namun, perhatian yang diberikan St. Clair pada Anna, dan sikap St. Clair yang sepertinya cemburu pada Toph membuat Anna bingung. Karena St. Clair selalu tarik ulur, satu hari bersikap ini, hari berikutnya bersikap itu.

Anna mencoba mengabaikan St. Clair, namun ketika St. Clair dirujung masalah, apa yang bisa Anna lakukan selain mencoba mengembalikan keceriaan St. Clair? Terutama saat teman-temannya yang lain tidak ada bersama mereka.

Tapi meski kini St. Clair sudah resmi menjadi Etiene bagi Anna. Meski kini Etiene sudah menjadi sahabat baru Anna setelah penghianatan Brigetta. Meski kini Anna selalu memenangkan pertandingan siapa-yang-paling-sering-bersama-Etiene melawan pacarnya Etiene, Ellie, walaupun hanya Anna yang tahu pertandingan ini. Tapi St. Clair tak kunjung memilih Anna. Kenapa?

---

God! I freaking love this book!

Saya suka bagaimana Stephanie menggambarkan Paris. Saya suka bagaimana Stephanie menggambarkan Etiene. Saya suka bagaimana Stephanie menggambarkan perasaan Anna pada Etiene. Saya suka semuanya.
Stephanie membuat saya sadar bahwa di luar sana, masih banyak buku yang tidak melupakan apapun. Bukan hanya membahasnya sekilas tanpa penyelesaian. 

Saya suka persahabatan Anna dengan Brigetta, Anna dengan Meredith, Anna dengan Rashmi, Meredith dengan Rashmi. Saya suka bahwa pria tidak bisa sekalipun menghancurkan persahabatan perempuan, sengaja ataupun tidak (Yay! Girlfriends!). Bagaimana karakter-karakternya sadar apa yang salah dan memperbaikinya.

This book is real good. Meskipun tidak membuat saya menangis atau bahkan hanya terharu. Tapi setidaknya saya tersenyum membaca kebersamaan mereka. Semuanya. Orangtuanya, sahabat-sahabatnya. 

Recomended asli!
Lima lily plus lima kupu-kupu buat Anna and The French Kiss. :*



My Favorite Character : Rashmi

Quote:
How could I have been so stupid? How could I have ever for a moment believed that i wasn't in love with him? -Anna

The more you know who you are, and what you want, the less you let things upset you. -Anonymous

I love you as certain dark things are loved, secretly between the shadow and the soul -Shakespere
For the two of us, home isn't a place. It's a person. And we're finnaly home -Anna

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...